Lompat ke konten
Home » Guru Menulis » Pembelajaran Sekolah Melalui Pembekalan Akhlak

Pembelajaran Sekolah Melalui Pembekalan Akhlak

Pendidikan memberikan seseorang banyak ilmu pengetahuan dan menambah pengalaman. Melalui ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh seseorang, maka akan merubah cara berfikir dan perilaku seseorang tersebut. Oleh karena itu Pendidikan merupakan  hal yang sangat penting dalam kehidupan seseorang baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial.

Mungkin ada yang terlupakan bahwa pendidikan tidak hanya sekadar mentransfer ilmu pengetahuan dari mentor, guru, tutor terhadap siswa atau murid namun lebih utama adalah memberikan contoh dan tauladan kepada peserta didik. Memberikan nasihat tidak cukup dengan ditulis melalui buku tulis atau pamflet di ruangan, namun kepribadian dari tauladan seorang guru harus di “pamerkan” kepada peserta didik.

Dengan Pendidikan seseorang dapat menentukan masa depan dan dituntun kehidupannya menjadi lebih baik. Bapak Pendidikan Nasional, Ki hajar Dewantoro mengatakan bahwa Pendidikan meliputi tiga lingkungan yaitu :

  1. Lingkungan keluarga, yaitu pendidikan orangtua dirumah dengan menggunakan pendekatan-pendekatan kekeluargaan.
  2. Lingkungan sekolah, yaitu pendidikan yang diberikan oleh guru di sekolah melalui kurikulum yang telah ditetapkan dan waktu yang ditentukan serta diakhiri dengan kelulusan dengan memperoleh Ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB)
  3. Lingkungan masyarakat, yaitu pendidikan alamiah yang didapat seseorang di masyarakat. Pergaulan di masyarakat inilah terkadang akan berpengaruh kepada seseorang jika tidak ada control orangtua.

Orangtua sebagai pendidik pertama dilingkungan keluarga mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan pandangan bahwa anak-anaknya akan hidup pada zaman dan masa yang akan datang.

pendidikan dalam keluarga adalah untuk membantu anak-anak memahami posisi dan perannya masing-masing serta mengenal dan memahami aturan-aturan  yang berlaku agar mampu melaksanakannya untuk memperoleh kemuliaan dan kebahagiaan hidup.

Kita sebagai guru mungkin mengalami hal-hal yang sulit ketika apa yang diberikan guru di sekolah ditentang oleh orangtua/wali dirumah. Banyak sekali fenomena yang mendiskriditkan guru hanya karena anaknya dimarahi oleh guru karena melanggar tata tertib.

Guru, menurut hemat saya tentunya memahami tujuan pendidikan. Bagaimana caranya memberikan kenyamana terhadap peserta didik dengan memberikan nasihat ataupun sekedar mendengarkan curhatan peserta didik.

Menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional dikatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Ada dua hal yang perlu dikembangkan dalam proses pendidikan yaitu :

  1. Pengembangan potensi akal dan potensi berfikir kreatif.
  2. Pengembangan kajian keilmuwan.

Pengembangan potensi akal akan berhasil jika seeorang mampu menggunakan akalnya secara terus menerus melalui latihan. Berfikir kreatif akan menambah kreasi-kreasi seseorang dalam kehidupan. Orang yang mampu menggunakan akalnya tidak akan kehabisan ide dalam menghadapi persoalan-persoalan kehidupan.

Pengembangan Kajian keilmuwan dapat dikembangkan melalui proses diskusi dan perdebatan yang bertujuan menambah perbendaharaan argumen-argumen dalam proses berfikir.

Dari pengembangan dua hal tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan mencakup keseluruhan proses pembentukan manusia yang utuh dan berkualitas.

Pendidikan adalah seni membentuk kebiasaan dimana kebiasaan dapat membentuk karakter seseorang. Pendidikan terjadi melalui proses pembelajaran yang direncanakan dan terukur serta dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah disediakan. Dalam masa kurun waktu yang relative lama, pembiasaan akan menjadi sesuatu yang terus dilaksanakan oleh seseorang di masa yang akan datang.

Format pendidikan berbasis akhlak sebenarnya sudah dilakukan di Nusantara dengan nama Pondok pesantren. Pendidikan pesantren adalah pendidikan sepanjang  zaman (long life education) karena dalam pola pendidikan pesantren, santri berada dalam pantauan gurunya 24 jam sehingga karakter dapat dibentuk dari pesantren karena secara spiritual seorang santri dekat dengan gurunya.

Sekolah formal sebenarnya bisa mengadopsi model pembelajaran berbasis pesantren dengan memberikan stimulus kepada siswa di kelas dengan memberikan materi akhlak dan adab. Kedekatan guru dan murid menjadi bagian penting dalam membentuk karakter murid sehingga guru di sekolah menjadi pengganti orangtua dirumah yang mungkin guru lebih didengar ucapannya dan lebih nyaman di hati peserta didik.

Seorang guru bisa memberikan informasi tentang bagaimana kehidupan masa depan yang akan berbeda dengan kehidupan hari ini. Seorang guru harus mampu mengaitkan mata pelajaran yang di ampu di kelas terhadap kehidupan nyata di masyarakat. Sehingga anak didik akan memahami tujuan pembelajaran pada masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *